Sebagian besar teman saya, dan sebagian besar anak mereka, juga mempunyai gelar. Tetapi belum tentu mereka berhasil mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Sama sekali tidak. Mereka masuk universitas karena seseorang berkata—pada masa-masa ketika masuk universitas sangatlah penting—bahwa supaya bisa mendapatkan tempat yang mapan di dunia, orang mesti mempunyai gelar. Dengan demikian, dunia ini kehilangan kesempatan untuk memiliki orang-orang yang sebenarnya adalah tukang-tukang kebun yang hebat, tukang-tukang roti, pedagang-pedagang barang antik, pematung-pematung, dan penulis-penulis. Barangkali inilah saatnya merenungkan keadaan tersebut. Para dokter, insinyur, ilmuwan, dan pengacara memang perlu belajar di universitas, tetapi apakah semua orang perlu berbuat demikian?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar